Telp. (031) 5920948 Emailinfo@fkm.unair.ac.id

UNAIR NEWS – Keseharian Aisya Ramadhona adalah dokter di Rumah Sakit Kusta Sumberglagah, Mojokerto. Ia sekaligus ibu bagi ketiga buah hatinya. Tetapi kesibukannya itu tak membuatnya patah semangat dalam menyelesaikan kuliahnya pada Program Studi S-2 Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga. Bahkan, ia berhasil lulus dan menjadi wisudawan terbaik S-2 FKM dalam wisuda September 2017, dengan meraih IPK 3,91.

Berbagai tantangan silih berganti ia hadapi. Aisya mengaku, perjalanan dari tempat kerja menuju kampus ditempuhnya cukup jauh. Dari Mojokerto sekitar 2-3 jam, belum lagi ditambah kemacetan di Surabaya.

Dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, ia mampu menjalaninya selama dua tahun. Bahkan di awal perkuliahannya, perempuan kelahiran Surabaya ini sedang hamil delapan bulan. ”Di tahun pertama saya kuliah harus membawa breast pump ke kampus untuk ASI bayi saya. Ketika sampai di rumah langsung disambut ketiga anak saya, dan tidak ada yang dapat mengambil hak anak saya,” katanya.

Dalam memenuhi penelitian tesisnya, Aisya menceritakan bagaimana ia mengangkat topik di rumah sakit tempatnya bekerja, yaitu “Upaya Pencegahan Reaksi Kusta Berdasarkan Analisis Faktor Risiko”. Topik itu sesuai dengan pekerjaannya, sehingga saat penelitian tak perlu meninggalkan pekerjaannya. Apalagi, rumah sakit khusus kusta itu perlu dikembangkan secara optimal karena penderita dengan reaksi kusta banyak terjadi secara berulang.

Aisya berpesan, mahasiswa hendaknya memegang teguh beberapa prinsip untuk mencapai hasil memuaskan. Manajemen waktu sangat diperlukan, mulai dari membuat linimasa untuk diri kita sendiri. ”Dengan kuliah kita sudah mendapat ilmu, sehingga ke depan adalah kontribusi apa yang dapat kita berikan agar ilmu tersebut bermanfaat dan berguna bagi orang lain,” tutupnya. (*)

Penulis : Siti Nur Umami

Editor : Defrina Sukma S, Bes.